Rabu, 20 Juli 2011

Berita Internasional “PBB: Rakyat Somalia Menderita Kelaparan” plus 2 more

Berita Internasional “PBB: Rakyat Somalia Menderita Kelaparan” plus 2 more


PBB: Rakyat Somalia Menderita Kelaparan

Posted: 20 Jul 2011 02:39 AM PDT

Rabu, 20 Juli 2011, 16:39 WIB

Denny Armandhanu

Warga kelaparan di Somalia, Afrika (godsdirectcontact.org)

VIVAnews - Perserikatan Bangsa-bangsa menetapkan daerah Somalia selatan sebagai daerah yang menderita kelaparan. Musim kemarau terparah selama 60 tahun ini membuat banyak anak-anak Somalia menderita kekurangan gizi.

Badan Bantuan Anak PBB, dilansir dari laman CNN, Rabu, 20 Juli 2011, mengatakan sebanyak 80 persen anak di Somalia selatan menderita kekurangan gizi. PBB mengatakan anak yang menderita kekurangan gizi akut di Somalia mencapai 30 persen. Sementara itu, angka kematian meningkat menjadi dua orang per 1.000 kepala per harinya.

Kekurangan gizi akibat kelaparan disebabkan oleh kemarau panjang yang berujung pada gagal panen, kematian ternak, meningkatnya harga pangan. Konflik berkepanjangan juga salah satu penyebab penderitaan warga Somalia. Perang saudara di Somalia juga membuat pemerintahan negara ini tidak efektif. Somalia telah lama disebut sebagai negara gagal.

Tingginya harga pangan membuat warga Somalia yang kebanyakan berada di bawah garis kemiskinan semakin menderita. PBB mencatat, sedikitnya 20 persen keluarga di negara ini menderita kekurangan pangan yang ekstrem. Daerah terparah adalah Bakool dan Shabelle.

Akibat kurangnya makanan, setiap minggunya sebanyak 5.000 warga Somalia rela berjalan berhari-hari di tengah terik menuju kamp pengungsi di Kenya dan Ethiopia. Saat ini di Kenya telah ada 400.000 pengungsi Somalia, padahal kamp pengungsi hanya mampu menampung 90.000 orang.

"Hampir setengah dari populasi Somalia, 3,7 juta orang, saat ini berada di situasi kritis. Sebanyak 2,8 juta di antaranya bermukim di wilayah selatan," ujar Mark Bowden, koordinator bantuan kemanusiaan PBB untuk Somalia.

Bantuan AS

Sesaat setelah pengumuman dari PBB, Kementerian Luar Negeri AS mengumumkan akan mengucurkan dana sebesar US$28 juta (Rp239 miliar) untuk warga Somalia.

"Tahun ini saja, AS telah memberikan bantuan sebesar US$431 juta dalam bentuk makanan dan bantuan darurat. Tapi ini tidak cukup, kebutuhan semakin banyak. AS dan komunitas internasional harus berbuat lebih," ujar Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton.


Ket. foto: Anak kekurangan gizi di Somalia (AP Photo/Farah Abdi Warsameh)

• VIVAnews

Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

' ); $.ajax({ type: "POST", url: "/comment/load/", data: "valIndex=" + a + "&articleId=" + b + "&defaultValue=" + c, success: function(msg){ $("#loadkomen").html(msg); //$(".balasan").hide(); } }) }

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

HP dan Situs Taliban Dibobol Hacker CIA

Posted: 20 Jul 2011 01:51 AM PDT

Rabu, 20 Juli 2011, 15:51 WIB

Denny Armandhanu

Afghanistan pasca Taliban (AP Photo/ Altaf Qadri)

VIVAnews - Kelompok militan Taliban di Afghanistan mengaku jaringan telepon genggam dan situs internet mereka dibobol oleh intelijen Barat. Pernyataan ini dikeluarkan menyusul berita palsu yang mengatakan pemimpin mereka, Mullah Mohammad Omar, tewas.

Dilansir dari laman Telegraph, Rabu, 20 Juli 2011, pihak Taliban kebakaran jenggot saat pemberitaan kematian Omar tersebar di kalangan wartawan. Berita kematian tersebut juga terpampang di situs resmi Taliban. Disebutkan, Omar meninggal akibat serangan jantung.

"Dewan pemimpin negara Emirat Islam Afghanistan (IEA) mengumumkan bahwa Amirul Mukminin (Mullah Omar) telah meninggal dunia. Semoga berkah Tuhan selalu besertanya," demikian isi pesan yang tertulis dikirim oleh juru bicara Taliban, Zabiullah Mujahid.

Pesan tersebut sampai ke beberapa wartawan media asing pada Rabu pagi ini. Pesan pada situs juga telah dibaca oleh banyak orang. Mujahid dan seorang juru bicara lainnya, Qari Yousef Ahmadi, membantah kematian Omar.

Mereka berdua mengatakan jaringan telepon dan internet Taliban telah dibobol oleh agen intelijen Amerika, CIA. "Dia tidak tewas. Saya bersumpah. Orang asing telah melakukan ini. Mereka tahu mereka lemah dan kami semakin kuat, jadi mereka menggunakan strategi ini," kata Mujahid.

Omar adalah pemimpin tertinggi Taliban dengan hadiah untuk kepalanya sebesar US$10 juta atau sekitar Rp85 miliar. Isu kematian Omar digunakan oleh para hacker sebab Omar dikabarkan menderita penyakit jantung. Belum ada kelompok yang mengklaim melakukan peretasan tersebut.

Para peretas dari berbagai agen intelijen dilaporkan kerap membobol situs militan. Bulan lalu, situs al-Qaeda diretas oleh agen MI6 dan GCHQ. Tata cara pembuatan bom di dalam situs diganti oleh intel Inggris ini dengan resep pembuatan kue mangkuk. (eh)

• VIVAnews

Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

' ); $.ajax({ type: "POST", url: "/comment/load/", data: "valIndex=" + a + "&articleId=" + b + "&defaultValue=" + c, success: function(msg){ $("#loadkomen").html(msg); //$(".balasan").hide(); } }) }

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

VIDEO: Serangan Balasan Istri Rupert Murdoch

Posted: 20 Jul 2011 01:34 AM PDT

Rabu, 20 Juli 2011, 15:34 WIB

Renne R.A Kawilarang, Indrani Putri

Wendi Deng (berbaju merah) bereaksi ke penyerang Rupert Murdoch (AP Photo/pa)

VIVAnews - Rupert Murdoch, pemilik raksasa media News Corp. yang sedang terkena skandal penyadapan telepon, baru-baru ini mendapat serangan saat rapat dengar pendapat di parlemen Inggris, 19 Juli 2011. Murdoch mendapat serangan berupa lemparan busa pisau cukur dari seorang aktivis sekaligus komedian Inggris.

Dalam sebuah video berdurasi pendek, seorang pria melempar busa pisau cukur ke arah Murdoch. Busa itu terlihat mengenai bahu sang taipan media.

Pria yang kemudian diidentifikasi bernama Jonnie Marbles ini lantas berusaha dihentikan oleh beberapa orang. Namun tampaknya ada  yang lebih cepat tanggap. Dia adalah Wendi Deng, istri Murdoch yang ketiga.

Duduk di belakang sang suami, Deng bangkit dari duduknya dan menyerang Marbles dengan keras hingga ia sendiri terjatuh. Mengenakan blazer pink, setelah jatuh Deng pun dikabarkan masih mengincar Marbles, yang berusaha melarikan diri.

Aksi heroik Deng ini kontan menjadi sensasi tersendiri di Internet. Marbles pun akhirnya diamankan oleh petugas keamanan yang berjaga, dan rapat sempat berhenti selama sekitar sepuluh menit.

Tayangan videonya, yang sudah diunggah ke laman media sosial YouTube, bisa dilihat dengan membuka tautan ini. (umi)

• VIVAnews

Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

' ); $.ajax({ type: "POST", url: "/comment/load/", data: "valIndex=" + a + "&articleId=" + b + "&defaultValue=" + c, success: function(msg){ $("#loadkomen").html(msg); //$(".balasan").hide(); } }) }

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar